Saturday, November 7, 2009

Jahiliyah Era Modern

al-Qur'an surat al-Maidah : 50 tidak mendefinisikan kata ‘jahiliyah’ sebagai ‘kebodohan’, ‘keterbelakangan’ yang merupakan lawan-kata dari ‘berilmu pengetahuan’, ‘civilized’ atau ‘kemajuan material’; melainkan mendefinisikannya sebagai ‘suatu keadaan yang menolak hidayah Ilahi dan menolak hukum Allah’. Jadi sikap ‘jahiliyah’ merupakan lawan dari sikap bersedia menerima hidayah Ilahi; kebalikan dari keikhlasan menerima hukum dan aturan yang datang dari Allah.

Pendek kata jahiliyah identik dengan hawa nafsu. Manusia yang hidup mengikuti dorongan hawa nafsu semata dan tidak mau mematuhi apa yang ditentukan Allah, mereka itulah manusia yang berada dalam kejahiliyahan. Tak peduli ia hidup di zaman modern seperti sekarang, kemajuan ilmiah meningkat, budaya ikut maju, dan tetek bengek lainnya. Jahiliyah adalah sebuah watak atau kareakter yang menolak kebenaran Sang maha Benar –meski kebenaran adalah relatif--, namun kebenaran itu ada batasan secara rasio sehat. Dalam Filsafat epistemologis ada kebenaran logis dan kebenaran losgis supra ini harus di pahami dalam koridor kebenaran dalam tatanan hidup sosial yang mapan dengan selalu mencurigai gerak hati yang sakit

Orang arab pra-islam mempunyai budaya yang maju terlebih dalam berbahasa atau syair tetapi tetap masuk dalam kategori jahiliyah karena menolak kebenaran dan mendewakan kebenaran nafsunya. mereka lebih banyak berkata dari pada mendengar kebenaran

Sama halnya dengan keimanan, kejahiliyahan memiliki sejarah yang sangat tua di muka bumi ini. Keduanya berpangkal pada tabiat manusia yaitu cenderung kepada kesesatan atau hidayah (Asy-Syams: 8). Baik hidayah maupun jahiliyah, memperlihatkan bentuk dan coraknya masing-masing, seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Kalau kita pernah belajar tentang “sifat” maka ‘sifat’ bisa menempel di mana saja, termasuk menempel di kalangan orang-orang modern, kejahiliyahan pun muncul dengan segala ke-modern-annya. Menurut Muhammad Quthb dalam bukunya ‘Jahiliyatul Qarnil 'Isyrin’ (Jahiliyah Abad 20), jahiliyah modern merupakan ringkasan dari segala bentuk kejahiliyahan masa silam dengan tambahan aksesori di sana-sini sesuai dengan perkembangan jaman. Sikap jahiliyahan modern yang tidak timbul secara mendadak melainkan telah melalui kurun waktu panjang.

Malapetaka, lebih banyak terjadi akibat kejahiliyahan modern ini, karena kejahiliyahan ini mempunyai banyak ‘wajah’, mempunyai banyak kekuatan dan menciptakan kemudahan material bagi manusia. Dengan kekuatan tersebut terkadang ‘kejahiliyahan’ tak tampak lagi sebagai sesuatu yang bathil, akibatnya jahiliyah modern ini jauh lebih berbahaya dibanding jahiliyah masa silam.

Jahiliyah Modern Melebihi Kejahatan Jahiliyah Lama
Di dalam sejarah ada beberapa kebiasaan jahiliyah modern di antaranya yang paling di kenal adalah membunuh anak perempuan karena malu dan merasa ‘aib atau membunuh anak laki-laki karena takut miskin (Al-Isra’:31). Era modern karakter yang demikian masih terus saja di modern-kan dan lebih parah dari jahiliyah zaman dulu.

Jika Bangsa Arab mengubur anak perempuan hidup hidup maka pada saat ini masih di dalam kandungan pun sudah di bunuh (baca: aborsi) karena takut menanggung aib, bahkan ada yang lahir kemudian bangkainya tidak dikubur tetapi diletakkan di kardus dan lain-lain.

Orang jahiliyah membunuh sambil mencari tempat yang sepi, tetapi orang modern tidak jarang yang dilakukan di tempat ramai seperti aborsi di rumah sakit dan lain sebagainya. Orang jahiliyah membunuh anaknya dilakukan karena kebodohannya, orang modern justru di lakukan oleh orang yang ahli dan ber IQ tinggi seperti dokter atau dukun bayi sejenisnya. Meskipun tidak semua profesionlisme tersebut berkutat dengan kejahiliyahannya. Pra-Islam membunuh dengan cara diam diam (sendirian), zaman modern justru aborsi dilakukan secara beramai-ramai. Atau minimal satu orang lebih, yaitu pelaku dan ahli peng-aborsian. Dan tentunya masih banyak kesamaan yang lainnya.

Pasti pembaca lebih mengerti dari saya…jangan lupa beri komentarnya. Terimakasih atas kunjungannya.

lanjutkan...

Wednesday, October 21, 2009

Kebenaran cinta kepada Allah

Sebutan cinta kepada Allah adalah sebuah sebutan yang menyejukkan di dalam hati karena, pada saat menyebut cinta kepada Allah maka seluruh pikiran terpusat kepada satu proses penyatuan ‘diri’ terhadap sang pencipta diri itu sendiri. Sebuah kesuksesan yang besar dalam hidup ini jika kita memperoleh gelar kecintaan kepada Allah, karena sudah pasti Allah mencintai hambanya yang mencintai Allah dan akan menerima balasan kenikmatan di akhirat kelak, untuk berbuat demikian tidak perlu harus menunggu nanti tetapi sekarang juga harus dilaksanakan sebelum ajal datang, ingatlah bahwa kematian itu mendadak, dan dikhawatirkan esok pagi atau nanti sore kuburpun akan mengunjungimu

Untuk menjadi hamba yang mencinta kepada Allah tentu memerlukan beberapa bukti tanda atas pengakuan kecintaan tersebut. barang siapa mengaku cinta tetapi tanpa pembuktian maka kecintaannya itu hanyalah kebohongan belaka. Ada beberapa tanda orang tersebut dikatakan cinta kepada Allah adalah sebagaimana hadits Nabi saw;

صدق المحبة فى ثلاث خصال: أن يختاركلام حبيبه على كلام غيره ويختلر مجالسة حبيبه على مجالسةغيره ويختاررضاحبيبه على رضاحبيبه

Artinya:
Kebenaran tanda cinta cinta itu ada tiga, memilih pembicaraan kekasihnya daripada pembicaraan lainnya, memilih majlis kekasihnya dari majlisnya orang lain, memilih kerelaan kekasihnya daripada kerelaan orang lain.

Tiga tanda seperti yang disabdakan oleh Nabi saw tersebut di atas menjadi pembuka cakrawala untuk mengukur kecintaan seseorang terhadap Allah, terlebih lagi untuk mengenali seberapa dalam rasa kecintaan kita kepada Allah. Karena yang lebih mengerti tentang diri kita adalah kita sendiri.

Orang yang mencinta kepada Allah maka akan lebih memilih kalamullah ketimbang kalam selain-Nya, lebih memilih petunjuk hukum yang dituang di dalam Qur’an ketimbang pembenaran rasional belaka yang terkadang cenderung agak ngawur dan ngelantur. Hal ini banyak terbukti dimana seseorang mencari pembenaran dirinya tidak melalui kalamullah tetapi lebih condong kepada rasionalis murni yag tidak didukung oleh logika mantiqi yang benar.

Orang yang cinta kepada Allah akan lebih memilih Majlis-majlis atau perkumpulan yang didalamnya memetingkan dzikir, mau’idhah hasanah, membaca qur’an, ta’lim dan kegiatan islami lainnya daripada harus datang untuk berpesta pora lupa daratan, atau sekedar berjoget ria menghilangkan kepenatan kerja. Adalah bohong belaka jika dalam kondisi demikian tetapi di dalam ungkapan lisannya mengatakan “aku cinta kepada Allah”. Lihat saja banyak bangunan masjid megah tetapi majlis ta’limnya sepi, jama’ahnya segelintir orang-orang tua, remaja masjidnya hampir punah. Hal ini sudah menjadi fenomena nyata yang sukar untuk dibantah.

Dalam hal ini, Al-Asqalany berpendapat bahwa cinta kepada Allah ada dua bagian yaitu menjalankan yang wajib dan menjalankan yang sunnah, lebih jauh Al- Ghazali mengungkapkan di dalam kitabnya, bidayatul hidayah bahwa ibadah wajib ibarat pedagang adalah modalnya sedangkan ibadah sunnah adalah keuntungannya. Ambillah keuntungan sebesar-besarnya.

Ciri yang terakhir yang di ungkap di dalam hadits tersebut adalah, orang yang cinta kepada Allah lebih mendahulukan kerelaan Allah daripada kerelaan selain Allah. Menjadi kesalahan yang fatal jika mejadi penjilat kepada atasan. Banyak pegawai yang tidak segan segan harkat dan martabanya direndahkan hanya demi pekerjaan dan naik jabatan. Mustahil orang yang demikian ini dibenarkan memperoleh predikat cinta kepada Allah. Tetapi lebih dekat dikatakan sebagai Rakus dan kerakusan adalah bagian dari mental agama yang rapuh

Semoga kita bukan termasuk orang orang yang dibenci oleh Allah, ada baiknya juga jika anda

lanjutkan...

Sunday, October 4, 2009

Menejemen Nafsu

Paling tidak ada dua hal yang harus dilakukan untuk memenejemen nafsu jangan sampai mengganggu penghambaan kita kepada Allah, yaitu dengan cara membekuan kemauan nafsu dan menghancurkannnya. Pembekuannafsu ini melalui riyadhah, atau melatih diri untuk tidak memanjakan jasad ini. Dengan begitu nafsu yang berasarang di dalam diri akan kalah dan tidak akan mendominasi aktivitas hidup.

Berkenaan dengan pandangan ini, para syeikh Sufi mengharuskan para muridnya yang belum berpengalaman untuk makan dan tidur hanya bila diperlukan saja, dan untuk melaksanakan perbuatan perbuatan yang menyulitkan nafsu nya, yang ditujukan untuk memperkuat ketetapan hati dan pengendalian terhadap nafsu.
Dalm postingan yang lalu, telah saya jelaskan panjang lebar untuk tidak memanjakan jasad. Dan perangilah nafsu dari hal yang kecil sebelum nafsu itu akan menjadi besar karena nafsu yang besar akan terus menerus menyusu kepada kita semua, dan setelah besar akanmengalahkan jiwa kita juga

disamping pembekuan juga dilakukan penghancuran nafsu biasa disebut dengan mem-fanakan nafsu. Yang berarti membunuh nafsu sampai ke kar-akarnya. Dengne begitu karakter nafsu yang ada tidak akan nampak lagi dan tidak mengganggu peribadatan seorang hamba Allah. Nafsu yang dimaksud dalah nafsu yang merugikan amal seseorang atau nafsu yang mendorong untuk perbuatan maksiat (nafsu ammarah bi-suu’). jangan sampai kubur mengunjungi kita sedangkan kita belum bersiap-siap untuk menghadap sang Maha Benar.

Nafsu yang memerintah kejelekan sesungguhnya adalah lebih kejam ketimbang setan, karena setan hanya membimbing manusia ke jalan yang maksiat sedangkan nafsu ammarah bi-suu’ itu bisa membelokkan keimanan kita kepada Allah
Untuk menghancurkannya dan membekukannya ada dua jalan, yakni dengan suluk dan dengan rahmat. Yang terpenting bagi kita adalah suluk yaitu melakukan sesuatu yang dapat mencegah berkembangnya nafsu seperti dengan cara berpuasa, dzikir, sedekah dan berbagai cara lain yang menjauhkan diri dari perbuatan jelek.

Adapun cara lain yaitu rahmat, berharap mendapatkan [ertolongan dari Allah atas segala usaha yang kita lakukan ini mendapat pertolongan dan kekuatan dari Allah, dengan pertolongan Allah kita mampu untuk mengalahkan kekuatan nafsu tersebut. karena jika Allah menghendaki dengan kuasanya seorang hamba akan lebih tegar dalam menghadapi serangan nafsu tersebut. Allah berfirman:
Dan Allah telah memberikan kepadanya (Daud) kerajaan dan hikmah, dan mengajarkannya apa-apa yang dikehendaki Nya." (11: 25).
Para Sufi mengatakan, "Penghancuran nafsu hanya dapat tercapai melalui hikmah Allah, yang akan membawa pada pengetahuan tentang nafsu itu sendiri.

Oleh karena itu mengetahui watak dan karakter nafsu serta kelemahannya menjadi penting. Lalu bagaimana caranya? Yaitu dnegan cara terus meningkatkan ibadah dan terus mengamalkan ilmu yang kita dapat, apabila belum mengetahuinya maka kita harus terus menerus belajar agar menjadi orang yang berilmu. Tentu hasilnya akan berbeda antara orang yag berilmu dengan orang yanghanya mengalahkan nafsu semata-mata karena dorongan dirinya yang tanpa dibekali dengan ilmu pengetahuan. Mari kita terus meningkatkan pembelajaran kepada diri kita masing masing dan jangan sibuk mengurusi cacat orang lain kalau cacat kita masih terus bertambah.

lanjutkan...

Sunday, September 20, 2009

Bertakbir secara kontekstual

Allahu akbar x3 walillahil hamd

Segala puji patut kita sampaikan kepada Allah yang telah memberikan kesehatan kepada kita. Sehat jasmani dan ruhani, sehingga kita bisa hadir ditempat ini. Serta berkesempatan menghirup udara dipagi hari. Bertepatan dengan hari raya Idul Fithri ini.

Sekuntum shalawat setangkai salam terangkai indah kita persembahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menuntun manusia ke jalan yang benar.

Di pagi ini, Minggu legi, 20 September 2009 mari pertegas kembali posisi ketaqwaan telah kita raih di Bulan Ramadhan nan suci, dengan tekad dan i’tikad yang kuat dengan terus konsisten beribadah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena title hanya titel taqwa itulah sumber kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.

Faizin Faizat rahimakumullah…Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahil hamd…

Di pagi hari ini ratusan juta wajah tertunduk untuk bersujud kepada Allah, di mana semua kalbu dipenuhi rasa haru, suka, gembira dan bangga karena telah sukses setelah mengikuti rangkaian pelatihan spiritual selama satu bulan lamanya, untuk mengendalikan nafsu dengan cara berpuasa. Latihan yang telah kita lakukan pada bulan ramadhan hendaknya menjadi inspirasi perbuatan 11 bulan yang akan datang. Kemenangan tersebut kita syukuri dengan sebuah resepsi yang disebut dengan “idul fithri”
untuk selengkapnya silahkan download gratis

downloadFree


lanjutkan...

Pidato Kemerdekaan 2009

Diproklamasikannya Kemerdekaan tidak lain adalah untuk memberikan jaminan hidup yang diliputi oleh rasa aman tanpa tekanan, damai tanpa intimidasi serta tentram tanpa gangguan..., secara filosofis, setiap alam bawah sadar manusia merindukan kondisi yang damai dan aman sebagaimana ia di dalam kandungan…

Pilihan membenci permusuhan adalah sebuah pilihan cerdas yang tak terbantahkan oleh argumen apapun. Kemerdekaan identik dengan keadilan dan kebebasan. Adil dalam menerima hak dan menjalankan kewajiban, kemerdekaan juga identik dengan kebebasan bebas untuk menentukan pilihan karena memang hidup terdiri dari pilihan-pilihan, yakni memilih kebenaran dari kesalah, memilih yang sejati dan membuang yang imitasi, memilih tindakan yang nyata dari pada yang pura-pura.

Para dewan guru, karyawan dan siswa-siswi yang berbahagia..

Kemeriahan peringatan kemerdekaan pada tahun ini terbilang ironis karena kontra produktif dengan keadaan yang sesungguhnya. Pekik kemerdekaan yang menggambarkan perdamaian dan bertujuan merevitalisasi semangat perjuangan pendahulu kita, justru kata tersebut populer pada saat indonesia dalam bayang-bayang ancaman teroris yang mengatasnamakan Islam, Jika kita kaji lebih dalam lagi maka kita semua akan lebih paham bahwa tidak satupun ayat yang bisa dipakai untuk membenarkan adanya bentuk kekerasan. Silahkan down load gratis di bawah ini.

downloadFree

lanjutkan...

cari artikel, melalui kata yang tepat

Free for You

Tulis email-mu untuk info gratis:

dari p_wiy by FeedBurner

Add to Technorati Favorites Powered by FeedBurner

Cari yg lucu

Followers