Pendek kata jahiliyah identik dengan hawa nafsu. Manusia yang hidup mengikuti dorongan hawa nafsu semata dan tidak mau mematuhi apa yang ditentukan Allah, mereka itulah manusia yang berada dalam kejahiliyahan. Tak peduli ia hidup di zaman modern seperti sekarang, kemajuan ilmiah meningkat, budaya ikut maju, dan tetek bengek lainnya. Jahiliyah adalah sebuah watak atau kareakter yang menolak kebenaran Sang maha Benar –meski kebenaran adalah relatif--, namun kebenaran itu ada batasan secara rasio sehat. Dalam Filsafat epistemologis ada kebenaran logis dan kebenaran losgis supra ini harus di pahami dalam koridor kebenaran dalam tatanan hidup sosial yang mapan dengan selalu mencurigai gerak hati yang sakit
Orang arab pra-islam mempunyai budaya yang maju terlebih dalam berbahasa atau syair tetapi tetap masuk dalam kategori jahiliyah karena menolak kebenaran dan mendewakan kebenaran nafsunya. mereka lebih banyak berkata dari pada mendengar kebenaran
Sama halnya dengan keimanan, kejahiliyahan memiliki sejarah yang sangat tua di muka bumi ini. Keduanya berpangkal pada tabiat manusia yaitu cenderung kepada kesesatan atau hidayah (Asy-Syams: 8). Baik hidayah maupun jahiliyah, memperlihatkan bentuk dan coraknya masing-masing, seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, ilmu pengetahuan dan sebagainya.
Kalau kita pernah belajar tentang “sifat” maka ‘sifat’ bisa menempel di mana saja, termasuk menempel di kalangan orang-orang modern, kejahiliyahan pun muncul dengan segala ke-modern-annya. Menurut Muhammad Quthb dalam bukunya ‘Jahiliyatul Qarnil 'Isyrin’ (Jahiliyah Abad 20), jahiliyah modern merupakan ringkasan dari segala bentuk kejahiliyahan masa silam dengan tambahan aksesori di sana-sini sesuai dengan perkembangan jaman. Sikap jahiliyahan modern yang tidak timbul secara mendadak melainkan telah melalui kurun waktu panjang.
Malapetaka, lebih banyak terjadi akibat kejahiliyahan modern ini, karena kejahiliyahan ini mempunyai banyak ‘wajah’, mempunyai banyak kekuatan dan menciptakan kemudahan material bagi manusia. Dengan kekuatan tersebut terkadang ‘kejahiliyahan’ tak tampak lagi sebagai sesuatu yang bathil, akibatnya jahiliyah modern ini jauh lebih berbahaya dibanding jahiliyah masa silam.
Jahiliyah Modern Melebihi Kejahatan Jahiliyah Lama
Di dalam sejarah ada beberapa kebiasaan jahiliyah modern di antaranya yang paling di kenal adalah membunuh anak perempuan karena malu dan merasa ‘aib atau membunuh anak laki-laki karena takut miskin (Al-Isra’:31). Era modern karakter yang demikian masih terus saja di modern-kan dan lebih parah dari jahiliyah zaman dulu.
Jika Bangsa Arab mengubur anak perempuan hidup hidup maka pada saat ini masih di dalam kandungan pun sudah di bunuh (baca: aborsi) karena takut menanggung aib, bahkan ada yang lahir kemudian bangkainya tidak dikubur tetapi diletakkan di kardus dan lain-lain.
Orang jahiliyah membunuh sambil mencari tempat yang sepi, tetapi orang modern tidak jarang yang dilakukan di tempat ramai seperti aborsi di rumah sakit dan lain sebagainya. Orang jahiliyah membunuh anaknya dilakukan karena kebodohannya, orang modern justru di lakukan oleh orang yang ahli dan ber IQ tinggi seperti dokter atau dukun bayi sejenisnya. Meskipun tidak semua profesionlisme tersebut berkutat dengan kejahiliyahannya. Pra-Islam membunuh dengan cara diam diam (sendirian), zaman modern justru aborsi dilakukan secara beramai-ramai. Atau minimal satu orang lebih, yaitu pelaku dan ahli peng-aborsian. Dan tentunya masih banyak kesamaan yang lainnya.
Pasti pembaca lebih mengerti dari saya…jangan lupa beri komentarnya. Terimakasih atas kunjungannya.





